Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Halo sahabat dan sahabatwati Ku…

Berangkat dari postingan sebelumnya yang membahas tentang fakta dan mitos pemberian vaksin pada anak, nah sekarang kita akan memberikan informasi terkait jadwal pemberian imunisasi pada anak. 

Pada umur berapa sih anak akan diberikan imunisasi?

Perlu kita ketahui bahwa, saat ini imunisasi yang diberikan kepada bayi dan anak cukup banyak jumlahnya. Untuk itu, perlu diatur urutan pemberian vaksin dalam jadwal imunisasi. Berikut ini jadwal pemberian imunisasi pada bayi di bawah 1 tahun, usia Batita, anak usia SD dan WUS.

1. Jadwal Pemberian Imunisasi Dasar



2. Jadwal Imunisasi Lanjutan pada Usia Batita 


3. Jadwal Imunisasi Lanjutan pada Usia Sekolah

 


4. Jadwal Imunisasi Lanjutan Tetanus Toksoid ( TT )

 


Pastikan untuk selalu memenuhi jadwal imunisasi pada anak yah…




Jadwal pemberian Vaksin Covid-19

Pemberian vaksin COVID-19 kini semakin gencar dilakukan di berbagai wilayah dan dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, jika Anda telah mendapatkan undangan vaksinasi COVID-19, sebaiknya datang sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Kementerian Kesehatan telah merekomendasikan jeda waktu terbaik untuk pemberian dosis pertama dan dosis kedua vaksin COVID-19. Waktu terbaik untuk menerima dosis kedua vaksin Sinovac adalah 28 hari sejak pemberian dosis pertama, sedangkan vaksin AstraZeneca adalah 12 minggu.

Sebelumnya, interval vaksin COVID-19 Sinovac dosis kedua ditetapkan 14 hari dari suntikan pertama. Namun kini, pemerintah melalui surat edaran Kementerian Kesehatan memperpanjang interval tersebut untuk usia 18-59 tahun menjadi 28 hari, sama dengan lansia.

Mengapa interval waktu vaksinasi COVID-19 di Indonesia diperpanjang? Apakah perpanjangan waktu tunggu tersebut memengaruhi efektivitas vaksin?

Dikutip dalam Daily Sabah, Turki adalah salah satu negara yang telah mengumumkan akan memperpanjang interval vaksin COVID-19 menjadi 28 hari. Sementara itu, Inggris mengatakan akan membuat orang menunggu hingga 12 minggu untuk mendapatkan dosis kedua.

Dalam uji klinis, produsen vaksin sudah terlebih dahulu menguji dosis tertentu pada suatu interval waktu untuk mengetahui seberapa baik vaksin COVID-19 bekerja. 

Vaksin COVID-19 yang sudah diuji dan disetujui tersebut dirancang untuk membangun sistem kekebalan agar mengenali serta bertahan melawan virus pada dosis pertama. Sementara, dosis kedua adalah penguat kekebalan tubuh yang sebelumnya sudah diberikan.

Namun, mengingat vaksin COVID-19 tergolong langka dan kasus positif masih tinggi, banyak negara melakukan beragam cara demi memastikan ketersediaan vaksin di wilayahnya cukup.

Misalnya, mengurangi ukuran dosis, mengganti jenis vaksin antara suntikan pertama dan kedua, serta menunda pemberian dosis kedua.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan perpanjangan interval vaksinasi COVID-19 tersebut didasari oleh tujuan-tujuan tertentu.

Di sisi lain, beberapa peneliti menilai memperpanjang interval waktu untuk dosis kedua adalah pilihan yang tepat.

Michael Head, pakar kesehatan global di Universitas Southampton, Inggris, mengatakan, dengan menunda dosis kedua, lebih banyak orang akan menerima vaksin dan memiliki antibodi COVID-19.


Setelah tahapan atau vaksinasi telah dilakukan, perlu kita ingat bahwa menerima vaksin bukan berarti diri kita sepenuhnya terlindungi dari virus Covid. Kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan secara rutin, memakai masker, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian.

Semoga bermanfaat…

Jika ada yang ingin ditanyakan, bisa tinggalkan di kolom komentar yah.

Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh…


#BerdiriDenganSemangatSolidaritas

#DepartemenHumas

#DepartemenKPK