Kurang lebih sekitar 3 bulan virus Corona mewabah secara internasional dan bahkan saat ini virus yang dikenal dengan COVID-19 benar-benar membuat semua orang gelisah akan virus ini ,bahkan membuat suatu Negara mengeluarkan kebijakan untuk melarang warganya untuk bepergian keluar negeri itu semua dilakukan bukan tampa alasan karna virus ini sangat mudah menginfeksi siapa saja.Dari kemunculannya hingga sekarang banyak sekali berita tengan virus ini baik melalu sosmed atau berita dari mulut ke mulut,akan tetapi banyak berita-berita hoax yang disebarkan orang yang hanya mencari keuntungan dari berita bohong yang ia buat,oleh karena itu mari kita simak beberap berita hoax dan fakta tentang virus COVID-19 :
Hoax dan fakta
Masker wajah atau masker bedah standar dapat melindungi diri dari virus
Salah satu berita hoax yang pertama adalah masker wajah yang katanya dapat melindungi diri dari virus ini,banyak berita tentang masker yang membuat orang ramai-ramai untuk membeli masker untuk digunakan dalam beraktifitas karna berita hoax ini banyak pedagang yang sengaja menimbun masker dan menjual masker yang abal-abal.
Padahal fakta nya masker bedah standar ini tidak dapat melindungi diri dari Sars cov-2 yaitu virus yang menyebabkan COVID-19 karena tidak dirancang untuk memblokir partikel virus untuk mengenai wajah,masker ini tujuannya hanya untuk mencegah orang yang terinfeksi menyebarkan virus kepada orang lain dengan memblokir percepatan partikel pernafasan yang dikeluarkan dari mulut jadi orang sehat tidak membutuhkan masker wajah
virus COVID-19 terbentuk di laboratorium
Hoax ini menjadi pembicaraan beberap bulan lalu yang katanya virus ini terbentuk dari laboratorium yang ada di china dimana laboratorium ini menjadi slaah satu lab yang memang menangani virus virus yang ada di dunia ini,banyak yang memberikan kabar bahwa virus ini menyebar dari lab ini.
Padahal faktanya tidak ada bukti yang menunjukkan sara Cov 2 yang merupakan penyebab COVID-19 19 adalah buatan manusia Sars cov 2 sangat mirip dengan 2 virus Corona lainnya yang memicu wabah beberapa tahun yang lalu yakni sars cov dan mers cov baik sars cov-2, Sars cov, maupun mers cov diduga berasal dari kelelawar dan penelitian ini masih terus dilakukan orang yang terinfeksi COVID-19 pasti akan meninggal.
hoax yang selanjutnya adalah orang yang terinfeksi pasti meninngal,berita ini merupakan salah satu berita yang membuat semua orang panik karna berita ini membuat orang semua takut untuk beraktifitas.
Padalah faktanya Menurut penelitian yang diterbitkan oleh pusat pengendalian pencegahan penyakit di Tiongkok pada tanggal 18 Februari 2020 ada sekitar 81% orang yang terinfeksi 19 dengan status ringan 13,8% merupakan COVID-19 parah dan sekitar 4,7% kritis dan data saat ini menunjukkan bahwa tingkat kematian akibat COVID-19 sekitar 2-5%. Berdasarkan data global dan john's Hopkins pada tanggal 3 Maret 2020 dari sekitar 90953 kasus dan 47995 di antaranya berhasil disembuhkan
hewan peliharaan dapat menyebabkan virus SARS cov 2.
hoax berikutanya adalah hewan peliharaan,yang katanya dapat menyebabkan virus corona yang faktanya menurut WHO tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan seperti kucing dan anjing dapat terinfeksi Virus Corona apalagi jika menyebarkannya ke manusia yang penting adalah bagaimana mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir apabila berkontak langsung dengan hewan peliharaan.
semakin berkembangnya tehnologi semakin banyak berita-berita yang semuanya nya adalah berita bhong yang semata mata hanya untuk kepentingan pribadi oleh karena itu marilah kita benar benar memperhatikan dan tidak mudah percya akan berita yang kita lihat, seyogyanya kita mari kita kembalikan kepada allah swt kita memperbanyak doa kita agar terhindar dari segala penyakit, dan bukan mempercayai berita yang belum pasti kebenarannya

0 Komentar