Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Halo sohibsolidaritas, Jadi pekan ini kita akan membahas part 2 atau lanjutan dari pembahasan kita kemarin yaitu tentang jenis-jenis vaksin.
Pasti sudah ada yang gak sabar nungguin kan? Yuk langsung saja kita simak…
Tahukah kalian kalau vaksin itu ada beberapa jenis loh berdasarkan cara pembuatannya. Yang pastinya penting banget untuk kita ketahui.
1. Vaksin yang dilemahkan (attenuated live vaccine)
Viabilitas dan daya infeksi virus dilemahkan, namun masih mampu menumbuhkan respon imun. Vaksin ini berasal dari keseluruhan organisme atau bagian dari organisme.
2. Vaksin yang telah dimatikan (killed vaccine, inactivated vaccine)
Berasal dari mikroorganisme yang telah dimatikan. Respon imun yang timbul lebih lama daripada vaksin hidup, sehingga biasanya memerlukan imunisasi ulang. Contoh vaksin ini adalah kolera dan pertusis.
Jenis vaksin ini dapat juga dibagi menjadi :
a. Vaksin subunit
Vaksin berasal dari bagian organisme. Misalnya komponen kapsul bakteri (Streptococcus pneumonia). Keuntungan vaksin ini telah aman diberikan pada anak serta terhindar dari vaksin yang purulen.
b. Vaksin toksoid
Vaksin ini dibuat dari bahan toksin bakteri tidak toksik namun dapat merangsang pembuatan antibodi. Contohnya : Tetanus dan difteri
c. Vaksin konjugat
Vaksin ini merupakan polisakarida murni yang kurang imunogenik untuk anak di bawah usia 2 tahun. Untuk meningkatkan imunogenitas, polisakarida dikonjugasikan dengan protein karier sehingga dapat meningkatkan respon imun.
3. Vaksin Rekombinan
Susunan vaksin ini memerlukan epitop organisme yang patogen. Sintesis dari antigen vaksin tersebut melalui isolasi dan penentuan gen epitop bagi sel penerima vaksin. Prinsip vaksin ini adalah dengan menyisipkan satu atau lebih gen yang mengkode determinan imunitas yang penting pada mikroorganisme. Vektor yang biasa digunakan adalah virus (poxvirus vaccinia, canarypox, adenovirus) dan bakteri (salmonella). Contoh vaksin ini adalah vaksin hepatitis B
4. Vaksin plasma DNA (Plasmid DNA Vaccines)
Vaksin dibuat berdasarkan isolasi DNA mikroba yang mengandung kode antigen yang patogen dan masih dalam perkembangan penelitian. Hasil akhir pada binatang percobaan menunjukkan bahwa vaksin DNA (virus dan bakteri) merangsang respon humoral dan seluler yang cukup kuat sedangkan penelitian klinis pada manusia saat ini sedang dilakukan.
Selain itu ada juga beberapa jenis vaksin yang diwajibkan oleh pemerintah untuk diberikan pada anak-anak. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 42 Tahun 2013 dan No. 12 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan imunisasi, disebutkan bahwa ada 5 jenis imunisasi wajib yang harus diperoleh Si Kecil.
Lima jenis imunisasi wajib ini diberikan sesuai usia anak dan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah, serta tentunya berdasarkan pertimbangan dokter. Kelima jenis imunisasi tersebut adalah :
|
Vaksin
|
Kegunaan
|
Cara Pemberian
|
Jenis Vaksin
|
|
BCG (Bacillus Calmette Guerin)
|
Memberi kekebalan
pada penyakit TBC
|
Intradermal
|
Vaksin
yang dilemahkan (attenuated live vaccine)
|
|
Hepatitis
B
|
Memberi kekebalan
pada penyakit hepatitis B
|
Intramuscular
|
Vaksin
rekombinan
|
|
Polio
|
Untuk mencegah
poliomielitis yang bisa menyebabkan kelumpuhan
|
Oral
|
Inactivated
vaccine
|
|
DPT
|
Memberi kekebalan
pada penyakit difteri, batuk rejan dan tetanus
|
Intramuscular
|
Vaksin
konjugat
|
|
Campak
|
Memberi kekebalan
pada penyakit campak
|
Subcutan
|
Vaksin
yang dilemahkan (attenuated live)
|
Berbicara tentang jenis vaksin, kita juga perlu tau loh jenis dari vaksin virus covid-19. Seperti yang kita ketahui setahun belakangan ini semenjak virus corona telah mewabah diberbagai belahan dunia, sejumlah peneliti-peneliti berupaya untuk menemukan vaksin dari virus covid ini. Sehingga akhirnya muncullah beberapa jenis vaksin, diantaranya :
|
Jenis Vaksin
|
Pengembangan vaksin
|
Cara pemberian
|
|
Inactivated
virus
|
Sinovac
Research and Development co. itd
|
Intramuscular
|
|
Inactivated
virus
|
Sinopharm
+ Beijing institute of Biological Products
|
Intramuscular
|
|
Viral
vector
(Non
replicating)
|
Astrazenca
+ University of Oxford
|
Intramuscular
|
|
RNA
based vaccine
|
Moderna
+ National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID)
|
Intramuscular
|
|
RNA
based vaccine
|
Pfizer
Inc + BoiNtech
|
Intramuscular
|
|
Protein
Recombinan
|
PT.
Biofarma + Eijkman
|
Intramuscular
|
Bagaimana sahabat sohib, sudah paham belum tentang penjelasan diatas? Kalau ada yang kurang jelas bisa ditanyakan di kolom komentar yah…
Jangan lupa pantengin terus, karena masih ada kelanjutan materinya yang tidak kalah penting untuk kita ketahui. Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
#BerdiridenganSemangatSolidaritas
#DepartemenHUMAS
0 Komentar