Assalamualaikum
teman-teman sohib solidaritas…
Tidak terasa kita sudah berada di bulan Muharram nih, teman-teman tau tidak? Dalam Al-Qur'an surah At-Taubah ayat 36, Allah SWT mengabarkan bahwa ada 4 bulan yang wajib dimuliakan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, di bulan-bulan ini kita dianjurkan memperbanyak amal shaleh.
Muharram merupakan bulan pertama dalam penanggalan kalender islam, nah di dalam bulan muharram terdapat satu hari yang sangat agung yaitu hari ke-10 yang biasa dikenal dengan nama hari ‘Asyura. Awalnya, puasa pada sepuluh muharram merupakan suatu kewajiban menurut catatan Islamic findes. Namun, puasa yang diwajibkan hanya di bulan ramadhan saja, dan puasa sepuluh muharram dibuat opsional, dapat dilakukan dan dapat pula meninggalkannya. Akan tetapi, teman-teman perlu ingat berpuasa di bulan selama bulan muharram merupakan amalan mulia dan paling berpahala diantara puasa nafil lainnya.
“Puasa terbaik (paling afdhol) setelah bulan Ramadhan adalah puasa pada bulannya Allah, Al-Muharram” (HR. An – Nasai).
Adapun keistimewaan puasa Asyura ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Dan puasa di hari ‘Asyura saya berharap kepada Allah SWT agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu” (HR. Muslim).
Teman-teman penasaran tidak apa saja keistimewaan hari ‘Asyura selain yang telah mimin paparkan di atas? Yang Pertama, Hari Asyura merupakan hari dimana diterimanya taubat Nabi Adam AS. dari hari itu pula turunnya Nabi Nuh AS. dari perahunya, kemudian juga terbelahnya laut bagi Nabi Musa AS. selain itu Allah SWT juga memuliakan para Nabi-nabi dengan kehormatan Allah menaikkan derajat Nabi Idris AS Allah mengangkat Nabi Isa AS kelangit, Allah mengeluarkan Nabi Yunus AS dari perut ikan, dan masih banyak lagi.
Selain keistimewaan hari Asyura, mimin juga mau bahas sedikit nih tentang tradisi Hari Asyura. Teman-teman pasti sudah tidak asing bukan dengan tradisi bubur Asyura? Kenapa pada saat hari ke-10 Muharram kita malah bagi-bagi bubur?
Jadi teman-teman Hari Asyura diperingati dengan membuat bubur Asyura yang terbuat dari beras dengan campuran berbagai macam bahan-bahan yang berasal dari sayuran, umbi-umbian dan kacang-kacangan. Bubur Asyura tersebut akan disajikan sebagai hidangan buka puasa sunah hari Asyura. Namun, pembuatan bubur Asyura bukan perintah Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW, tetapi hanya sebuah tradisi. Oleh karena itu kaum muslim harus berhati-hati dalam menyikapi hari Asyura ataupun niat dalam pembuatan bubur Asyura agar tidak menimbulkan kesyirikan atau kemusyrikan. Tradisi ini hanya untuk memperoleh pahala bersilaturahmi, pahala bergotong royong, pahala memberi orang makan, dan menunjukkan betapa indahnya persaudaraan.
Yuk…. Puasa bareng mimin 😊
BTW jangan lupa Jaga Kesehatan dimasa pandemi ini, Semoga Pandemi ini dapat berakhir…. Aamiin
#Staysafe😉


0 Komentar