Assalamualaikum Wr Wb
Hai teman-teman sohibsolidaritas
Bagaimana kabarnya? Semoga tetap dalam lindungan Allah
SWT.
Nah pada kesempatan kali ini, mimin akan membahas
tentang “Ditengah Pandemi Covid-19, Waspadai Juga Gigitan Nyamuk DBD”
Oke kalau gitu langsung aja yaaa....
Ditengah pandemi Covid-19 yang sampai sekarang masih
berlangsung, banyak masyarakat lupa akan bahayanya Demam Berdarah Dangue (DBD)
yang juga bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Masyarakat harus
menyadari bahwa Covid-19 dan demam berdarah merupakan penyakit yang rawan
terjadi di Indonesia dan memiliki angka kematian yang cukup tinggi.
DBD atau demam berdarah dangue adalah penyakit yang
disebabkan oleh penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus
dengue. Demam berdarah merupakan penyakit yang mudah menular. Sarana penularan
demam berdarah berasal dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk Aedes Aegypti
atau DBD memiliki ciri khas kaki berwarna hitam dan putih, menyukai tempat
lambap dan genangan air seperti pada bak mandi dan pot bunga.
Demam dengue
Gejala
demam dengue klasik biasanya diawali dengan demam tinggi (>40
ºCelsius) selama 4-7 hari setelah digigit nyamuk dan disertai beberapa gejala
berikut:
·
Nyeri pada
bagian belakang mata
·
Nyeri otot
dan sendi parah
·
Ruam
Demam berdarah dengue (Dengue hemorrhagic fever)
Gejala dari
DBD meliputi semua gejala dari demam dengue, ditambah:
·
Muntah
terus-menerus
·
Sulit
bernapas setelah demam awal mereda
·
Kerusakan
pada pembuluh darah dan getah bening
Selama
24-48 jam ke depan, kapiler darah di seluruh tubuh mulai bocor. Komponen darah
yang bocor dapat mengalir dan membanjiri rongga perut (peritoneum) dan rongga
paru-paru.
Perdarahan
juga dapat berisiko menimbulkan kerusakan pada kelenjar getah bening dan
pembesaran hati. Jenis penyakit dengue ini dapat menyebabkan kematian.
Dengue shock syndrome
Gejala dari
dengue shock syndrome adalah yang paling parah. Gejala demam syok meliputi
semua gejala dengue dan DBD, ditambah:
·
Kebocoran
di luar pembuluh darah
·
Perdarahan
parah
·
Shock (tekanan darah sangat rendah)
Demam
berdarah biasanya terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang mengalami
infeksi dengue kedua kalinya. Jenis penyakit ini sering kali berakibat fatal,
terutama pada anak-anak dan dewasa muda.
Teman-teman sohibsolidaritas, pada tau nggak kapan
waktu-waktu nyamuk Aedes Aegypti atau DBD menggigit? Mungkin sebagian dari kita
sudah ada yang tau yah, dan bagi yang belum tau, nyamuk Aedes Aegypti atau DBD
menggigit pada waktu pagi antara pukul
10 sampai pukul 12 dan sore hari antara pukul 4 sampai pukul 5.
Pada dasarnya, gejala DBD berbeda dengan Covid-19,
meskipun keduanya sama-sama disebabkan karena terinfeksi virus. Pada kasus
Covid-19, gejala yang muncul cenderung terjadi pada bagian pernapasan.
Sedangkan gejala DBD, lebih kepada demam dan pendarahan kulit, seperti mimisan,
gusi berdarah atau memar. Selain itu, gejala penderita DBD biasanya mengalami
panas mendadak, kadang disertai muka merah, nyeri kepala, nyeri di belakang
mata, muntah-muntah dan bisa disertai pendarahan.
Agar tidak terkena gigitan nyamuk ini, kita harus
mencegah nyamuk tersebut berkembang biak dengan menerapkan 3 M, yaitu menutup,
menguras, dan mendaur ulang.
Sekian dulu yah teman-teman sohibsolidaritas
Wassalamualaikum Wr.Wb

0 Komentar